Senin, 19 Maret 2012

Uzbekistan Perketat Larangan Jilbab, Jualan Pun Tak Boleh


Pemerintah Uzbekistan memperketat larangan jilbab, hingga menjualnya pun kini dilarang. Larangan itu membuat para penjual pakaian menarik jilbab dan pakaian muslimah lainnya dari etalase toko dan terpaksa menjualnya secara diam-diam. Demikian lansir Republika, Senin (19/3).

"Pakaian Islam dijual di bawah meja. Saya menjualnya dari rumah, tetapi hanya untuk pelanggan yang dipercaya," kata Mutabar Tashkent, seorang pengusaha pakaian yang mengimpor dari Turki dan Uni Emirat Arab.

Dilaporkan juga, pemerintah negara penghasil kapas terbesar di dunia itu menyita beberapa pakaian dari para pedagang yang kedapatan masih menjual pakaian muslimah.

Sejak tahun 1998, pemerintah Uzbekistan melarang jilbab bersamaan dengan disahkannya undang-undang di tahun itu yang memuat ancaman hukuman penjara singkat dan denda kepada warga yang mengenakan pakaian keagamaan di depan umum. Hukuman berkisar dari denda 5-10 kali upah minimum bulanan sampai 15 hari di penjara. Hukuman itu pernah dijatuhkan pengadilan di wilayah Syrdarya kepada seorang perempuan yang didenda USD155 karena mengenakan jilbab di tempat umum.

Tekanan terhadap pelarangan jilbab semakin hebat setelah otoritas Uzbekistan memasang kamera di dalam dan di sekitar 181 masjid di daerah Namangan. Padahal, Uzbekistan adalah negara dengan penduduk mayoritas Muslim. Sekitar 88 persen dari 28 juta warganya beragama Islam.

Sejumlah pihak telah mengecam pemerintah Uzbekistan, termasuk kelompok Human Rights Watch (HRW) yang menuding Pemerintah Uzbekistan mengekang kebebasan agama. HRW, dalam laporannya pada 2012, juga menyebut Pemerintah Uzbekistan terus melakukan penangkapan, penahanan dan penyiksaan terhadap Muslim yang mempraktekkan agama mereka di luar kontrol negara. [IK/Rpb]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...