Sabtu, 03 Maret 2012

Tugas Aktifis Dakwah


"Di setiap kota terdapat pusat pembangkit listrik," kata Hasan Al Banna memberikan perumpamaan, saat taujih tentang tugas dakwah, "para pegawai memasang instalasinya di seluruh penjuru kota, memasang tiang dan kabel, setelah itu aliran listrik masuk ke pabrik-pabrik, rumah-rumah dan tempat lain."

Ketika listrik itu dimatikan dari pusat pembangkitnya, seluruh kota akan gelap. Sebenarnya saat itu tenaga listrik masih ada, tersimpan di pembangkit pusat, tetapi tidak dialirkan, tidak dimanfaatkan.

"Begitu juga dengan Al-Qur'an," kata Abbas As Siisiy, murid Hasan Al Banna, "ia pusat pembangkit 'tenaga' bagi umat Islam, tetapi sumber pembangkit itu kini dicampakkan oleh umat Islam sendiri, sehingga hati mereka menjadi gelap dan tatanan masyarakat menjadi rusak."
Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan dan mengeluarkan mereka dari gelap gulita menuju cahaya... (QS. Al-Maidah : 15-16)
Maka aktifis dakwah memiliki tugas seperti pegawai listrik yang mengalirkan listrik ke rumah-rumah. Aktifis dakwah bertugas mengalirkan kekuatan Al-Qur'an ke hati umat, agar hati mereka selalu bersinar dan menyinari sekelilingnya.

Ketika Anda sedang berdakwah, ingin menyentuh hati mad'u, Anda harus ingat bahwa Anda adalah dai, bukan ulama atau fuqaha. Ketika Anda berdakwah, sesungguhnya Anda sedang memberi hadiah kepada umat. Maka pertimbangkanlah kondisi dan cara yang tepat untuk memberikan hadiah terbaik kepada mereka. [Disarikan dari Ath Thariq ila al Qulub]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...