Kamis, 29 Maret 2012

Tolak Buka Baju, Hana Shalabi Dipukuli Petugas Penjara Israel

Kebiadaban penjara Israel kembali terungkap. Hana Shalabi, perempuan Palestina dari Tepi Barat yang ditangkap Israel tanpa tuduhan yang jelas, menjadi salah satu korbannya. Hal itu diungkap kuasa hukum Hana, setelah pemerintah Zionis mengeluarkan rencana deportasi ke Jalur Gaza.

Kuasa hukum Mahmud Hassan mengungkapkan, awal bulan ini salah satu petugas berpakaian sipil yang mengaku sebagai perawat memaksa Hana membuka pakaiannya. Ia meminta Hana membuka baju di depan penyelidik untuk menggeledahnya. Kontan Hana menolaknya. Namun petugas tersebut memanggil rekannya, kemudian mengikat Hana dan memukulinya. Tangan dan kaki Hana masih dalam kondisi diikat saat mengikuti pengadilan.

Hana adalah salah seorang eks tawanan yang dibebaskan sebagai kesepakatan pertukaran tawanan dengan Gilad Shalit, seorang tentara Israel yang ditahan oleh Hamas. Namun, perempuan muda itu kembali ditangkap di rumahnya Tepi Barat Sungai Jordan sejak 16 Februari lalu. Sejak saat itu Hana memutuskan untuk mogok makan sebagai aksi protes atas penangkapannya.

Pejabat Israel mengatakan, Hana ditahan karena dicurigai terlibat dalam serangan berencana Jihad Islam. Tentara Israel mengatakan ia ditahan karena membahayakan. Namun, tidak ada tuduhan yang dialamatkan ke Shalabi.

Sejak penahanannya itu, Hana melakukan aksi mogok makan selama 44 hari hingga terbit keputusan terbaru Israel untuk mendeportasi ke Hana ke Jalur Gaza. [IK/Rpb/IP/bsb]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...