Minggu, 11 Maret 2012

Serangan Israel Makin Agresif, Manula dan Anak-anak Palestina Jadi Korban


Korban kebrutalan Zionis Israel bertambah lagi. Tiga warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, Ahad, termasuk seorang anak laki-laki dan pria berusian 60 tahun.

Anak laki-laki yang menjadi korban baru keganasan peluru Zionis itu bernama Ayub Asaliya. Anak berusia 12 tahun itu terbunuh ketika sedang pergi ke sekolah di kamp pengungsi Jabaliya.

Dengan demikian jumlah korban dalam tiga hari serangan membabi-buta itu mencapai 18 orang tewas dan sedikitnya 35 orang lainnya luka-luka.

Pesawat-pesawat Israel melancarkan empat serangan Ahad pagi. Selain menggunakan pesawat tempur, Israel juga menyerang dengan kapal selam dan mengerahkan pesawat tanpa awak (drone) ke tengah-tengah penduduk.

Pertumpahan darah mulai terjadi Jumat sore ketika serangan udara Israel menewaskan pemimpin Komite Perlawanan Rakyat (PRC), yang menyulut pembalasan pejuang Palestina dengan meluncurkan roket ke wilayah Israel. Militer Zionis kemudian mengerahkan pasukan udaranya membombardir Gaza.

Insiden itu merupakan masa 24 jam paling mematikan di Gaza dan sekitarnya dalam waktu lebih dari tiga tahun.

Pejuang Palestina sampai Ahad kemarin (11/3) berupaya membalas kebrutalan Zionis dengan meningkatkan eskalasi serangan roket. Takur terkena roekt, pejabat kemanan Zionis Israel memutuskan untuk meliburkan semua sekolah dan pusat-pusat pendidikan di distrik Zionis yang terjangkau oleh roket-roket para pejuang Palestina.

Menurut relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza (Mer-C), Abdillah Onim, dari pihak zionis juga ada yang tewas, akan tetapi mereka malu untuk mengekspos berita tersebut. Informasi yang bocor ke media hanya mengatakan empat orang di Israel cedera dalam serangan roket.

Liga Arab mengutuk aksi brutal Israel itu dengan menyebutnya sebagai “pembantaian.” Mesir, pada Sabtu kemarin (10/3) juga mengutuk serangan beruntun itu dan menyerukan segera diakhirinya serangan untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

“Mesir saat ini mengerahkan upaya dan membuat panggilan penting untuk segera mengakhiri eskalasi Israel untuk mengakhiri pertumpahan darah saudara-saudara kami,” kata Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Kamil Amr.

Sementara itu, AS dan Uni Eropa mendesak kedua pihak tenang, namun upaya pemerintah Hamas di Gaza untuk mengakhiri permusuhan melalui penengah Mesir belum membuahkan hasil. [IK/Rpb/bsb]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...