Selasa, 27 Maret 2012

Pijet via Facebook


Hampir setahun, sejak proyek perumahan kami bermula hingga menjelang selesai, saya dan teman-teman crew di kantor proyek kehilangan Lek Tukijan (bukan nama sebenarnya). Selama itu kami kehilangan pijetan spesial darinya. Selain kualitas pijatan, Lek Tukijan tidak pelit waktu, mijet satu orang bisa sampai 1,5 jam. Tarif pijet pun cukup reasonable price.

Hilangnya Lek Tukijan bermula dari nomor HP nya yang tak bisa dihubungi. Ternyata ia ganti nomor. Karena ia tak pernah menelepon, sms juga tidak, akhirnya kami pindah langganan pijet, walau tempatnya lebih jauh dan lebih “mahal”.

Sebenarnya, bukan hanya kami yang rugi. Lek Tukijan juga rugi. Rata-rata setiap bulan 5 orang crew perlu pijet. Artinya Lek Tukijan kehilangan potensi pendapatan dari kami 5 orang x 12 bulan dikalikan 25 ribu = 1,5 juta. Jumlah yang tidak sedikit. Dan yang kehilangan kontak Lek Tukijan bisa jadi bukan hanya kami, masih banyak kami-kami yang lain. Padahal di saat yang sama Lek Tukijan secara implisit menyampaikan mengalami kejenuhan pasar, pelanggannya berkutat dari tetangga ke tetangga dan berimbas pada jumlah pendapatannya dari pijet yang belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Semoga Allah memudahkan urusan beliau dan keluarga.

Alhamdulillah, hari ini, kami bisa bersua lagi. Yang membuat kami surprise ketika kami tanya nomor HP Lek Tukijan yang baru, bukan nomor HP yang diberikan, Lek Tukijan malah memberikan akun facebooknya yang baru dibuat. Ide cerdas . Ternyata di usia beliau yang tidak lagi muda, beliau masih mengikuti perkembangan jaman dan tahu betul bahwa market yang beliau sasar sebagian besar adalah orang yang melek facebook, usia 25 sampai 50 tahunan, pegawai negeri atau pegawai swasta. Ruarr biasa. Semoga saya dan pelanggan yang lain lebih mudah order, dan yang jelas market dan pelanggannya semakin banyak dan melimpah. Dan akan menjadi sangat menarik kalau lek Tukijan melakukan diferensiasi marketing dengan membuat tagline “Pijet via Facebook” dalam iklan-iklannya.

Pejuang bisnis sekalian, apa hikmah yang bisa kita ambil?

1. Masalah “sepele”, kami hampir setahun lebih tidak pijet ke Lek Tukijan, hanya gara-gara nomor HP lek Tukijan tidak bisa dihubungi karena nomor ganti tanpa pemberitahuan kepada kami selaku pelanggan. Semoga hal ini tidak kita lakukan, sebagai pejuang bisnis sebaiknya catat dengan baik daftar user/customer/pelanggan kita, kalau perlu buat database dan tetap jalin komunikasi, siapa tahu bermanfaat. Kita juga harus mudah dihubungi. Selain untuk silaturahim, Bisa jadi dia akan menjadi pembeli produk kita atau pengguna jasa kita kembali di lain waktu, atau minimal sebagai sales gratis produk/ jasa kita kepada kerabat atau teman sejawatnya. Berdasar pengalaman, 18-30 % persen pelanggan baru dari produk perumahan kami mendapat informasi dari user yang memiliki rumah diperumahan yang kami kembangkan. Alhamdulillah

2. Kualitas produk atau jasa yang istimewa, bukan satu-satunya jaminan produk kita akan laris manis, harus di imbangi dengan marketing yang masif. Tidak semua orang tahu tentang keistimewaan kualitas produk dan jasa kita, semuanya harus dikomunikasikan melalui marketing. Dalam kasus Lek Tukijan, awareness masyarakat di sekitar tempat tinggalnya tentang keistimewaan pijetnya bisa jadi cukup tinggi, tapi masalahnya tetangganya tidak pijet tiap hari , artinya perlu memperluas jangkauan awarenessnya, dengan marketing. Ide pijet via facebook perlu dicoba. Tentunya juga menggunakan media iklan yang lain. Insya Allah, kami akan bantu beliau.

3. Ide Lek Tukijan melakukan pemasaran melalui facebook perlu diapresiasi. Beliau telah melakukan diferensiasi. Insya Allah cepat atau lambat, ide beliau akan bermanfaat untuk meningkatkan pasar. Pejuang bisnis sekalian, tren marketing dari citizen ke netizen yang disampaikan Pak Hermawan Kertajaya bukanlah isapan jempol. Berdasar pengalaman,17-20% dari penjualan produk perumahan kami adalah melalui internet. Alhamdulillah. Artinya, marketing bisnis melalui internet tidak boleh dipandang sebelah mata. Iklan baris gratis, iklan berbayar, blog, facebook, twitter dan lain-lain, adalah alternatif media yang bisa kita manfaatkan.
Wallahu a’lam.[]

Penulis: Arif fahruddin (082139082003)
Perumahan dhoho city kediri - Perumahan Manisrenggo Park Residence (MPR) Kediri - Perumahan Bago Middle West (BMW) Tulungagung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...