Rabu, 21 Maret 2012

Belajar rendah hati dihadapan manusia

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan”. (Q.S. Al-Furqan : 63)

Jika kita perhatikan secara seksama pada potongan ayat Al-Qur’an diatas, kita akan melihat begitu indah sifat seorang hamba yang Allah gambarkan pada Qur’an Surat Al-Furqan ayat 63, hamba yang rendah hati serta memiliki tutur kata yang tidak menyakitkan hati orang lain meskipun orang yang sedang ia hadapi adalah seorang yang jahil padanya, bahkan kata-katanya mengandung keselamatan, adakah ini pada diri kita??

Sungguh sangat jarang sekali kita menemui orang yang memiliki karakter seperti ini, namun bukan berarti tidak ada, karena Allah sendiri telah menggambarkan akhlak terpuji tersebut dalam kitab-Nya. Namun yang perlu kita pahami bagaimanakah akhlak tersebut dapat mengkristal dalam diri kita maupun keluarga kita dan khususnya anak-anak kita.

Rasulullah saw telah memberikan pencerahan dalam hal ini yang tertera dalam hadist berikut :
Hadist riwayat Abu Hurairah r.a : ia berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Ketika seorang dari kalian memandang orang yang melebihi dirinya dalam harta dan anak, maka hendaklah ia juga memandang orang yang lebih rendah darinya, yaitu dari apa yang telah dilebihkan kepadanya. (H.R Muslim No. 5263)

Kita bisa dapati dalam hadist ini dimaksudkan agar ketika kita memandang lebih orang lain daripada kita, maka cobalah untuk memandang orang yang lebih rendah dari kita, agar kita bisa lebih bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita.

Dibawah ini, beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ketawadhu’an (rendah hati) kita kepada sesama manusia :

Pertama 
Tidak menonjolkan diri kita terhadap yang lainnya, namun sebisa mungkin buatlah diri kita menyatu dengan mereka dalam hal apapun.

Kedua
Pujilah Allah jika kita sedang mendapatkan pujian dan jangan terlena karena pujian tersebut

Ketiga
Sambutlah orang biasa  dengan ramah dan wajah yang menyenangkan, dengan kata-kata yang akrab serta penuhilah undangannya.

Keempat
Kunjungilah orang yang lebih rendah status sosialnya dengan kita atau yang sederajat dengan kita, dan bantulah mereka jika mereka membutuhkan bantuan kita.

Kelima
Duduk
lah bersama fakir miskin, jenguklah orang yang sakit, dan makanlah bersama mereka.

Keenam
Biasakanlah makan dan minum dengan tidak berlebihan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...