Rabu, 29 Februari 2012

Pengasuh Pesantren Langitan KH. Abdullah Faqih Wafat


Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'uun. Pengasuh Pondok Pesantren Langitan, KH Abdullah Faqih (82) wafat Rabu (29/02) pukul 19.00 WIB. Rencananya, almarhum KH. Abdullah Faqih dimakamkan hari ini setelah Dzuhur di kompleks pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban.

"Insya Allah, abah dimakamkan ba'da Dzuhur di kompleks pesantren," kata KH Ubaidillah Faqih, putra almarhum KH Abdullah Faqih.

Menurut Ubaidillah, ayahnya meninggal dunia karena memang sudah "sepuh". Sebelumnya, KH. Abdullah Faqih sempat masuk ke Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya pada 2 Oktober 2011 hingga sekitar sepekan.

"Abah menjalani perawatan di Graha Amerta setelah mengalami stroke ringan akibat jatuh, namun setelah membaik akhirnya menjalani perawatan di rumah," tambah Ubaidillah.

KH. Abdullah Faqih merupakan salah satu "kiai khos" di kalangan NU. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan rasa kehilangan yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya salah satu kiai khos NU tersebut. Menurut Said, KH Abdullah Faqih adalah salah satu kiai kharismatis yang dimiliki oleh Nahdlatul Ulama.

"Seluruh keluarga besar NU dan pondok pesantren di Indonesia merasakan kehilangan yang mengharukan. KH Abdullah Faqih adalah salah satu tokoh NU panutan yang memiliki banyak murid di seluruh Nusantara," tutur KH Said Aqil Siroj.

KH. Abdullah Faqih merupakan generasi kelima yang memimpin Pesantren Langitan sejak l971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut.

Di mata para santrinya, Kiai Faqih tokoh sederhana, istiqomah, dan alim. Ia tak hanya pandai mengajar, melainkan menjadi teladan seluruh santri. Dalam shalat lima waktu misalnya, ia selalu memimpin berjamaah. Demikian pula dalam hal kebersihan. Tak jarang ia mencincingkan sarungnya, membersihkan sendiri daun jambu di halaman.

Meski tetap mempertahankan kesalafannya, pada era Kiai Faqih inilah Pesantren Langitan lebih terbuka. Misalnya, ia mendirikan Pusat Pelatihan Bahasa Arab, kursus komputer, mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Dalam hal penggalian dana, ia membentuk Badan Usaha Milik Pondok berupa toko induk, kantin, dan wartel.

KH. Abdullah Faqih juga berhasil mendidik 12 orang putranya berperan mengarahkan pesantren Langitan agar lebih dekat dengan masyarakat. Di antaranya melalui program pesantren Langitan mengirim dai ke daerah-daerah sulit di Jawa Timur dan luar Jawa. Pesantren Langitan juga membuka pengajian umum yang diikuti masyarakat luas serta menginstruksikan para santrinya shalat Jum’at di kampung-kampung. [IK/Hdy]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...