Jumat, 10 Februari 2012

Pengaruh Arus Modernisasi dan Efeknya

Globalisasi Sebabkan Pergeseran Nilai.," Arus modernisasi yang semakin deras membawa dampak terhadap bergesernya nilai-nilai keislaman yang selama ini dipegang kuat oleh kaum Muslimin. Hal ini dikatakan KH Zulfa Mustofa, ulama Jakarta Utara dalam tabligh akbar 1433 Hijriah yang digelar Jakarta Islamic Center (JIC), Ahad (5/2/2012) pagi.

“Telah terjadi pergeseran nilai di Jakarta Utara. Dulu, di daerah sini, mudah sekali ditemukan remaja-remaja yang bisa membaca kitab berbahasa Arab. Sekarang sulit sekali menemukannya,” kata Zulfa.

Bahkan, dulu di Jakarta Utara, jelas Zulfa, untuk mendalami ilmu keislaman maupun mahir berbahasa Arab tidak mesti belajar di pondok pesantren. “Banyak ustadz dan imam masjid ketika itu yang menguasai ilmu keislaman bukan dari pesantren, melainkan dari para kiai kampung,” ujarnya.

Pengaruh globalisasi yang banyak menawarkan kesenangan dunia menjadi penyebab lunturnya semangat belajar kaum Muslimin. Ditambah lagi dengan krisis keteladanan para pemimpin dan ulama.

“Ulama, menurut Imam Al Ghazali adalah garamnya negeri. Ulama-lah yang semestikan memberikan citra rasa yang baik bagi bangsa ini selayaknya garam yang fungsi membikin masakan menjadi sedap,” jelas Zulfa.

Sementara itu, KH Hamdan Rasyid, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta pada kesempatan yang sama mengatakan, persoalan bangsa yang tidak habis-habisnya ini disebabkan karena krisis akhlak masyarakat Indonesia.

“Umat Islam harus meneladani akhlak Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk keluarga dari berbagai persoalan. Salah satu pembuktian kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, maka umat Islam mesti menggali, meneladani, dan mengamalkan sunnahnya,” kata Hamdan.


Rep: Ibnu Syafaat
Red: Syaiful 
IrwanHidayatullah.com
Dikutip dan Ringkas Judul oleh situs Dakwah Syariah


Rating: 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...