Rabu, 29 Februari 2012

Negara Teluk Takut Ikhwan Karena Dua Faktor


Kepala Kepolisian Dubai Dhahi Khalfan kembali menegaskan bahwa negara-negara Teluk merasa terancam oleh Ikhwanul Muslimin, rilis alarbiya.net, Kamis (29/2).

Wartawan Saudi Manshur An Naqaidan membenarkan apa yang disampaikan oleh Khalfan. Ketika ditanya kekuatan apa yang dimiliki Ikhwan sehingga ditakuti negara-negara Teluk, An Naqaidan mengatakan, ada dua faktor yang membuat Ikhwan berbeda dengan kelompok Islam lainnya. Yang pertama adalah kerapian organisasinya, dan yang kedua adalah keterampilan berpolitiknya.

An Naqaidan juga menyampaikan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Mejelis Kerja Sama Negara-negara Teluk mengambil kesimpulan bahwa gerakan Ikhwan kini masuk pada fase menjalankan agenda (tanfidz, red) dan mengantarkan kepada pemerintahan seperti yang terjadi di Mesir, Tunisia, Libya dan Syiria.

Meskipun An Naqaidan menyampaikan bahwa tidak ada kelompok yang menguasai rakyat negara-negara Teluk, namun Ikhwan di wilayah tersebut tidak berbeda dengan Ikhwan di Masir dan Libya yang meyakini bahwa saat inilah waktu bagi mereka untuk sampai kepada pemerintahan.

Saudi Arabia, menurut An Naqaidan, juga termasuk negara yang merasa terancam oleh Ikhwanul Muslimin.

Ikhwanul Muslimin merupakan pergerakan Islam yang didirikan Hasan Al Banna pada tahun 1928. Bermula di Mesir, pengaruh Ikhwan terus meluas ke berbagai negara. "Arab Spring" yang masih berlangsung hingga saat ini dinilai sebagai bagian dari proyek Ikhwan. Setelah rezim-rezim diktator jatuh akibat aksi massa, kekuatan politik Ikhwan mulai tampil memenangi pemilu, seperti yang terjadi di Mesir dengan kendaraan politik Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP).

Sejumlah negara lain di Timur Tengah, seperti Tunisia dengan partai EnNahda dan Maroko dengan Partai Keadilan dan Pembangunan juga disebut-sebut sebagai perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin. [IK/Hdy/bsb]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...