Minggu, 15 Januari 2012

WHO 2011: Minuman Keras Bunuh 2,5 Juta Jiwa


Kontroversi evaluasi terhadap sembilan perda miras mendapat tanggapan dari Dr.dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB. Mengutip catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011, Ari menyebut 2,5 juta penduduk dunia meninggal akibat alkohol dan 9 persen kematian tersebut terjadi pada usia 15-29 tahun.

Staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI itu mengatakan, minuman beralkohol yang ada di tengah masyarakat mengandung kadar alkohol yang bervariasi. Umumnya, bir mengandung alkohol 3,5 - 5 persen, anggur mengandung alkohol 10 -14 persen, fortified wine mengandung alkohol 14-20 persen, whisky dan vodka mengandung 40 persen alkohol.

"Dampak buruk dari penggunaan alkohol akan mengenai berbagai organ di dalam tubuh. Mulai dari otak, saluran pencernaan mulai dari mulut sampai ke usus besar, organ-organ dalam tubuh khususnya liver, pancreas, otot, tulang dan sistem genetalia baik laki-laki maupun perempuan," bebernya.

Dikatakan pula, alkohol dikelompokan sebagai bahan yang menyebabkan sedasi dan hypnosis. Artinya apa bahwa alkohol membuat seseorang menjadi tenang dan “tertidur”.

Penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan terjadinya keracunan alkohol (Intoksikasi alkohol) dan dapat menyebabkan kematian. Akibat penggunaan alkohol dalam waktu singkat dan berlebihan akan menyebabkan seseorang menjadi “mabuk”.

"Intoksikasi terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi di atas ambang toleransi orang tersebut sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental. Sesorang yang dalam keadaan mabuk, tidak sadar akan apa yang sedang dilakukan, disorientasi, bingung dan lupa," paparnya.

Dalam keadaan mabuk seseorang bisa saja melakukan aktifitas antisosial termasuk juga melakukan tingkah laku seksual yang tidak aman. Tentunya sangat berbahaya jika mengendarai kendaraan bermotor atau menghidupkan mesin.

Lebih lanjut dijelaskan, alkohol dapat menyebabkan adiksi atau ketagihan dan toleransi penggunaan makin hari makin banyak. Walaupun seseorang sudah mentoleransi untuk volume tertentu, tetapi efek samping kronisnya tetap terjadi. Pasien dengan penggunaan alkohol jangka panjang akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaannya, khususnya pada lambung.

Liver peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang akan berlanjut dengan penciutan hati (sirosis hati), tentu dengan komplikasi lanjutan yang bermacam-macam antara lain pembengkakan pada perut dan terjadi perdarahan pada saluran cernanya.

Alkohol, lanjutnya, juga dihubungkan dengan dengan berbagai kanker antara lain kanker usus besar. Pasien peminum alkohol kronis akan mengalami tulang kropos (osteoporosis), mengalami impotensi dan infertilitas. "Pada wanita alkohol juga menjadi salah faktor resiko terjadi kanker payudara," ungkapnya.

Menurutnya, informasi mengenai penggunaan alkohol dosis kecil sedikit yang rutin membawa dampak baik untuk kesehatan, masih kontroversi. Penggunaan rutin walaupun sedikit tetap akan membawa efek samping yang akan timbul dimasa depan. Belum lagi toleransi dari penggunaan sedikit, makin lama makin tinggi.

"Ternyata pengunaan alkohol lebih banyak dampak buruknya dari pada manfaatnya sehingga upaya untuk melarang penggunaan alkohol di tengah masyarakat luas memang harus dilakukan tentunya melalui berbagai peraturan," pungkas Ari. [Sumber: Hidayatullah]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...