Senin, 09 Januari 2012

Waspadai Rintangan-Rintanganmu




1.Lemahnya hubungan dengan ALLAH

Sangat mengesankan, ketika para sahabt berada di tengah perjalanan, mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ALLAH dekat dengan kita sehingga kita hanya cukup bermunajat (berdoa dengan suara pelan seperti berbisik), atau jauh sehingga kita harus meningggikan suara dalam berdoa kepada-NYA?”

Maka ALLAH meurunka firman-NYA:

“Dan Apabila hamba-hamba_KU bertanya kepadamu tentang AKU. Maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-KU. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-KU dan hendaklah mereka beriman kepada-KU, agar selalu berada dalam kebenaran.”(QS.Al-Baqarah:186)

Seorang penyair berkata : 

“ALLAH murka jika kau tak meminta pada-NYA
Sementara anak Adam, ketika diminta, passti murka”

ALLAH berfirman : “Berdoalah kepada Robbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya DIA tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”(QA.Al-A’raf:55)




2.Syirik Takut, dan lemah tawakal


Ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran kita. Yaitu adanya sebagian orang yang juga sholat lima waktu, haji ke Baitullah, umrah pada bulan Ramadhan, sholat tarawih dan membaca Qur’an. Tetapi kita mengkhawatirkan adanya syirik dalam diri mereka, disebabkan mereka lebih takut kepada manusia daripada ALLAH.

Ada seorang pemuda yang berkunjung ke beberapa rumah sakit. Ia berkata, “Aku melihat banyak wanita seperti telanjang. Pakaian mereka membuat ALLAH murka.”

Saya berkata, “Mengapa anda tidak mencegah kemungkaran itu?”.

Ia menjawab, “Saya Takut”. Saya ucapkan, “Jadi, mengapa pada waktu subuh anda bisa menungucapkan dzikir berikut: Radhitubillihi rabba, wabil Islami wa bi Mumammadin Nabiyya wa Rasula (Aku rela ALLAH sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi) ? mengapa anda bisa mengucapkannya ?”


Ada juga orang lain yang melihat berbagai macam majalah dijual dengan harga murah, sebagian besar majalah-majalah itu adalah majalah merusak dan meruntuhkan keimanan. Suatu majalah saja dapat menghancurkan seluruh rakyat.


Coba anda Tanya kepadanya, “Mengapa tidak mau mencegahnya, dengan cara yang lebih baik. Misalnya kamu berbicara dengan pemilik toko dan beberapa pemuda selain kamu juga datang berbicara, sehingga hal itu menjadi tampak jelas dan menjadi sebuah permasalahan yang beredar di masyarakat.”
Ia tentu menjawab, “Saya Takut”.


Syaikh Mumammad bin Abdul Wahhab menyebutkan, “Di antara hal-hal membatalkan La ilaha illallahah yaitu syirik karena rasa takut, bila rasa takut kepada selain ALLAH lebih besar daripada rasa takut kepada ALLAH.”

ALLAH berfirman ;

“Dan hanya kepada-KUu-lah kamu harus takut (tunduk).”(QS.Al-Baqarah:40)

“Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”(QS.Al-Imran:175)

“Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain ALLAH.”(QS.Az-Zumar:36)




3.Tidak Ada Perhatian Dalam Memahami Agama dan Lemahnya Hubungan Dengan Da’I atau Ulama



Sebagian besar pemuda, di antara mereka mencintai ALLAH, Rasulullah dan negeri akhirat. Mereka memiliki gambaran global dan umum tentang Islam. Namun banyak diantara mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang hukum-hukum syariat, pemahaman tentang agama dan pendalaman syariat.



Mereka memang menghadiri ceramah-ceramah umum. Namun hanya sedikit saja yang datang kepada ulama di antara mereka, mau membaca sebuah buku di hadapan ulama, membahas masalah-masalah syariat, menghapal hadits-hadits Nabi beserta takhrij-nya (periwayatan dan kedudukan hadits) atau mengetahui permasalahan lengkap dengan dalilnya.


Ketika para pemuda mendatangi para Da’i atau Ulama dan menyampaikan keluh-kesah dan problem-problem mereka, mereka pasti akan merasa senang. Sayya belum pernah mellihat ada seorang Ulama atau Da’I yang merasa bosane karena hal itu. Jikalau ada yang merasa bosan, itu karna beberapa sebab khusus yang sedang di hadapinya atau karna kunjungan yang tidak pas atau ada masalah lainnya.


Demi ALLAH, sesungguhnya di antara hal terindah yang membuat kita bersyukur kepada ALLLAH, yaitu ketika kita menemukan seorang pemuda yang mau mengadukan problem-problemnya.


Karenanya, diharapkan para pemuda berkonsultasi dengan para Da’I atau Ulama. Diharapkan mereka selalu berhubungan para Ulama dalam setiap hal yang berkaitan dengan para pemuda dan urusan dakwah. Mereka juga diharapkan mampu menyingkirkan halangan yang di buat-buat sebagian pemuda. Semoga ALLAH membalas usaha dan kearifan para Da’i atau Ulama terhdap generasi yang cemerlang ini, dengan kehidupan yang lebih baik.

4.Lemah Cita-cita


Banyak diantara pemuda menganggap dirinya “di luar peta”, menganggap orang-orang tidak melihatnya dan menganngap tugas dibebankan untuk orang lain.

Jika anda bertanya kepadanya, “mengapa kamu tidak menempa dIri agar menjadi mufti di daerahmu?” Ia tentu menjawab,”Kita sudah cukup dengan qadhi (hakim-hakim) agama.”


“Mengapa anda tidak menjadi khatib (penceramah agama)?” ia tentu menjawab, “Penceramah-penceramah sudah banyak tersebar.”


Lalu dimana posisi Anda? Apa Peran anda dalam hidup ini? Apa yang anda katakan kelak pada ALLAH bila anda dimintai_NYA pertanggungjawaban?


ALLAH berfirman :“Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.”(QS.Qiyamah:14-15)


Tidak mesti setiap kita menjadi khatib, dai atau penyair. Tidak. Sebab berbagai bidang terbentang di hadapan kita dan banyak jalan berbuat baik bisa dilakukan.

Yang penting, Anda melihat beberapa potensi dan kemampuan anda. Selanjutnya anda bergerak untuk kemajuan Islam, sebatas potensi dan kemampuan anda itu.




5.Nggak Pe-De


Kita adalah orang yang selalu salah dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertobat. Karenanya pintu tobat selalu terbuka sampai matahari terbit dari barat.

Banyak diantara pemuda yang mendapat hidayah, padahal dulunya sering berbuat maksiat. Pemuda yang mendapat hidayah ini dulunya selalu melakukan hal-hal negative. Mulai mencambuk dirinya sendiri dan mengkhawatirkan, merasa dirinya hina dan tak pantas berbuat kebaikan apapun.

Apabila anda katakan kepadanya, “Mengapa kamu tidak menjadi dai, khatib atau penceramah?” Ia berkata, “saya?” Setelah melakukan perbuatan-perbuatan kriminal dan melalui masa lalu yang buruk itu saya memimpin umat? Saya tidak sanggup. Carilah orang lain selain saya!”

Pemuda ini masih saja membenturkan dirinya sampai rela terhina dan rela dengan hasil yang sedikit. Sehingga ia berada dalam peran negative dalam kehidupan dakwah dan sikap komitmen disebabkan oleh kekhawatiran tersebut.


Mestinya, seorang pemuda harus berani melakukan kebaikan dan memotivasi dirinya untuk mendobrak berbagai kesulitan. Ia harus menunjukan bahwa dia mampu melakukannya dengan bantuan dan kekuatan ALLAH.


Ia mesti ingat sahabat Nabi Muhammad yang senior seperti ‘Umar, ia dulu pernah menyembah berahala dan melakukan dosa-dosa besar. Namun setelah bertaubat, mereka pun benar-benar berpindah menuju posisi-posisi yang tinggi di alam ghaib dan di dalam tingakatan-tingakatan ibadah (penghambaan kepada ALLAH).


Anda mesti mengetahui bahwa ALLAH senang dengan taubat hamba-Nya. Ketika anda datang keapda ALLAH dengan membawa dosa-dosa sebesar bumi ini, kemudian anda bertaubat, niscaya ALLAH datang kepada anda dengan ampunan sebesar itu juga.


Karenanya, Hayoo wahai pemuda Islam ! Banyak bidang yang membutuhkan anda sekalian. Jangan sampai kalian mudah percaya daengan berbagai hasutan dan kesesatan.



6.Kurang Sabar Dalam Godaan

Sesungguhnya kita sedang menghadapi berbagai kelompok yang memerangi Islam. Hanya ALLAH yang mengetahuinya


Bandingkan antra dua orang pemuda: pemuda yang atu hidup pada masa Nabi dan pemuda yang satunya lagi hidup di abad dua puluhan sekarang ini.


Ada Seorang pemuda tinggal di Madinah tempat Rasulullah tinggal. Tetangganya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abu Hurairah, HAssa bin Tsabit, Ubay bin Ka’b dan Mu’ad bin Jabal. Khatib mereka Nabi Muhammad, Imam mereka Nabi Muhammad, sedangkan malaikat Jibril selalu turun membawa wahyu pagi dan sore. Seluruh penduduknya, secara umum mencintai ALLAH, Rasul-Nya dan negeri akhhirat. Di sana tidak ada godaan-godaan nafsu syhawat.



Bandingkan dengan pemuda yang hidup sekarang, pada masa tidak lagi turun wahyu dan jauh dari masa Salafusshalih. Tetangga-tetangganya ada yang bengkok dan ada yang membawa bencana. Di masyarakat dan di berbagai tempat, dia selalu berhubungan dengan orang yang terang-terangan mengejek, menghina dan mencela agama di hadapannya. Ia selalu melewati pemandangan yang memampang majalah dan gambar porno, video rusak, lagu-lagu keras, orang-orang yang tak tentu arah, orang-orang yang mangkal dalam dosa, penyembahan berhala, modernism, atheism dan sekulerisme.



Bagaimana ia bisa selamat? Ini merupakan pertarungan yang mengerikan.


“DI HADAPAN SEMUA INI, TIDAK ADA BEKAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG HAMBA-KHUSUSNYA PARA PEMUDA-KECUALI KESABARAN. DIA MESTI SABAR”


ALLAH berfirman : “Dan kamu jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin ynag member petunjuk dengan perintah KAMI ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat KAMI.”(QS.As-Sajdah:24)


Ketauhilah bahwa pertolongan  mesti dibarengi kesabaran. Sedangkan kesabaran tersirat ketika menahan pandangan.



7.Ciut Nyali, Merasa Gagal dan Putus Asa

Banyak di antara para pemuda yang memiliki rasa putus asa terhadap masyarakat. Anda bisa katakan kepada sebagian diantra mereka, “Mengapa kamu tidak mendakwahi tetangga-tetanggamu?” ia tentu menjawab, “tak ada kebaikan dalam diri mereka.”

“Mengapa kamu tidak memberi pengaruh kepada orang lain?” Ia tentu menjawab, “Tidak, biarkan saja mereka!, Jangan sibukan diri anda mengurus mereka! Mereka itu telah dikunci mati oleh ALLAH hati, pendengaran dan penglihatannya.”

Anda akan temukan sebagian diantara mereka ketika menyampaikan ceramah, masyrakat tidak menerima dakwahnya. Ia mengguanakan kata-kata keras, “Semoga ALLAh menghancurkan kalian, semoga ALLAH membinasakan kalian!”


Kata-kata seperti  ini tidak ada dalam kamu Nabi Muhammad, Nabi yang di firmankan ALLAH sebagai : “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”(QS.Qalam:4)




8.Optimisme yang Berlebihan

Ada sebagian pemuda yang bergaul di tengah orang-orang yang berkomitmen. Artinya, seisi rumanya komitmen, saudara-saudaranya komitmen, fakultas tempat tempat dia belajar juga memiliki komitmen. Ketika berbicara, ia akan berkata, Orang-orang semuanya memiliki komitmen, mereka semuanya menuju jalan ALLAH, tidak ada yang berbuat maksiat, mereka semua Alhamdulillah, sopan-santun, saling akrab dan menyambut panggilan-Nya.”

Orang seperti ini kebalikan yang diatas tadi, Ia lupa bahwa ada kekurangan di masyarakat. Diantara bukti kekurangan tersebut misalnya, banyak pertandingan olahraga yang dihadiri lebih dari enam puluh ribu orang. Mereka berhamburan dalam kesia-siaan.

Lalu apa artinya semua ini ?

Artinya, Pertandingan-pertandingan tersebut lebih berguna bagi umat dan agama Islam daripada ceramah-ceramah agama.


وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

ALLAH berfirman :”Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”(QS.Saba:13)


Di setiap tempat, anda akan melihat sebagian orang mendengarkan musik, sebagian lagi pergi ke masjid ketika adzan berkumandang, sebagian yang lain nongkrong di warung kopi, sebagian yang lain duduk tenang mendengarkan ceramah agama, sebagian lagi mencintai Al-Qur’an, sebagian yang lainya menyukai majalah porno, sebagian lain senang bersiwak, sebagian yang lainnya masih suka merokok. Hal ini sudah ketentuan ALLAH di alam ini.




9.Waktu Terbuang Karena Hiburan dan Menunda Pekerjaan


Yang bisa membunuh kita salah satunya adalah perbuatan menunda-nunda. Orang-orang bijak berkata, “Barangsiapa yang menanam benih ‘nanti’ akan tumbuh sebuah tanaman yang bernama ‘mudah-mudahan’ yang memiliki buah namanya ‘seandainya’ yang rasanya adalah ‘kegagalan dan penyesalan.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الأمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

ALLAH berfirman : Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).(QS. Al-Hijr : 3)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?(QS.Al-Mukminun:115)


نعمتا ن مغبو ن فيهما كثير من الناس الصحة والفراغ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu karenya: kesehatan dan waktu luan.”(HR.Bukhari)


لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسال عن عمره فيما افناه وعن علمه فيم فعل وعن ماله من اين اكتسبه وفيم انفقه وعن جسمه فيم ابلاه



“Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser, sebelum di tanyai : Tentang umur, untuk apa di habiskan. Tentang ilmu, untuk apa ia gunakan. Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan dan Tentang kesehatannya, untuk apa ia gunakan.”(HR.Tirmidzi)


Inilah yang ada di dalam benak saya seputar tema “Rintangang-Rintangan bagi Pemuda Muslim”. ALLAH ingin rintangan-rintangan tersebut menjadi rendah diahadapan pemuda. Semoga mereka dapat menempuh kesungguhan dengan mudah dan mampu menjalankan tugas dengan jelas dan penuh ketenangan.


Semoga ALLAH memberi petunjuk kepada para pemuda demi memenangkan agama ini. Membawa panji-Nya dan beranjak menuju segala penjuru cakrawala bumi ini.

Wallahu a’lam


sumber :  Buku "Selagi masih muda" karya DR.A'idh Al-Qarni, M.A





__________________
ARTIKEL LAINYA :



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...