Rabu, 04 Januari 2012

PWNU Jatim Dukung Fatwa MUI Sampang Soal Syiah Tajul Muluk


Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan dukungannya terhadap fatwa MUI Sampang tentang sesatnya ajaran Syi’ah Tajul Muluk.

“Posisi kita mendukung fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI Sampang, “ kata Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Mutawakkil Alallah, Rabu siang (4/1).

Ketika ditanya mengenai kebebasan dan hak seseorang dalam beribadah, khususnya penganut Syi’ah, Kiai Mutawakkil menjelaskan, dirinya tak pernah melarang orang beribadah dan berkeyakinan, karena itu hak setiap orang. Hanya saja, cara dakwah yang dibawa oleh Tajul Muluk meresahkan masyarakat Madura dan tidak bisa diterima di sana.

“Jadi bukan keyakinannya yang kita larang. Lebih pada manhaj dakwah yang dibawanya, karena tidak diterima dan telah membuat masyarakat Madura resah,” ujarnya.

“Jangankan menghina Sahabat Nabi, menghina kiai-nya saja bisa melahirkan bentrok dan berujung pada kerusuhan. Apalagi jika metode dakwahnya jelas-jelas menghina Sahabat Nabi, orang-orang yang dimuliakan bahkan dalam al-Quran telah dijamin Allah masuk surga, “ tambahnya merujuk karakter dan budaya orang Madura yang tidak dipahami Tajul Muluk.

Seperti diberitakan sebelumnya, MUI Kabupaten Sampang mengeluarkan fatwa terkait ajaran Syiah Tajul Muluk, Senin (2/1). Fatwa yang ditandatangani KH Imam Bukhori Maksum, sebagai Ketua MUI Kabupaten Sampang itu menegaskan, ajaran Syi’ah yang disebarkan Tajul Muluk di masyarakat Madura telah menyimpang dari ajaran Al-Quran dan Sunnah Nabi. Diantara indikasinya adalah menambah lafaz syahadat, menyatakan shalat Jum'at tidak wajib, dan meyakini Al-Qur'an yang beredar di masyarakat tidak orisinil.

Selain itu, hal yang membuat masyarakat resah –seperti dikutip KH. Mutawakkil Alallah- adalah penghinaan Syiah yang dibawa Tajul Muluk itu terhadap sahabat Nabi. [IK/Hdy]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...