Sabtu, 07 Januari 2012

Penjelasan Singkat Manfaat Buah Kurma


Sepulang berhaji , jamaah haji biasanya memberi Kurma sebagai buah tangan . Siapa yang tidak kenal Kurma, buah yang banyak khasiatnya sehingga Rasulullah sangat suka mengkonsumsinya dan menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan kelezatan dan manfaat buah kurma.

Rasulullah bersabda :
“Rumah yang tidak terdapat kurma melaparkan penghuninya.” (HR Ibnu Majah)
“Sesungguhnya pada kurma Aliyah terdapat penawar penyakit.” (HR Muslim dan Ahmad)

“Jika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan ini, maka sangat layak untuk kita ikuti.” (Oreintalis Bernand Shou)

Kalimat-kalimat yang sangat singkat namun mengandung makna yang sangat mendalam dari sisi ilmu pengetahuan. Dan riset telah membuktian keistimewaan hadits Nabi ini.Bahwa kurma mengandung unsur-unsur gula yang sangat tinggi hingga mencapai 70 persen, juga mengandung 3 persen protein dan 1 persen lemak. Kurma juga mengandung unsur potasium dan magnesium hingga buah ini sangat ampuh untuk pertahanan tubuh dari penyakit kanker.

Maksud dari kurma mengandung 70 persen gula, bahwasannya prosentase aliran panas akibat memakan kurma sangat besar. Sehingga energi yang dihasilkan oleh kurma pun sangat besar.

Energi yang terkandung dalam sel-sel tubuh manusia akan memberikan daya dan rasa hangat yang lebih, sebagaimana energi tersebut akan membuat kenyang pemakannya karena kurma memberikan aliran panas yang cukup.

Oleh sebab itulah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam senantiasa memulai berbuka puasa dengan kurma.  Lalu kita bertanya, “Apakah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam seorang dokter atau seorang peneliti dalam ilmu kimia hingga beliau bersabda seperti ini?”

Juga beliau tidak pernah meminta fatwa kepada seorang pun tentang masalah ini, atau apakah anda melihat bahwa Nabi Muhammad tidak mengetahui sesuatu yang akan terjadi terhadap dakwahnya, kalau seandainya laboratorium ilmu pengetahuan menegaskan adanya kesalahan pada sabdanya.

Ketahuilah, bahwa pada hakekatnya yang berkata demikian bukanlah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, akan tetapi Allah Subhanhu Wa Ta'ala, sang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu.

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal, sumber http://www.republika.co.id/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...