Senin, 23 Januari 2012

Pasca Revolusi Arab, Permusuhan terhadap Israel Meningkat


Revolusi Arab yang juga terkenal dengan istilah Arab Spring (musim semi Arab) berpengaruh dalam meningkatkan gejala permusuhan terhadap Israel. Hal itu terungkap dari laporan resmi Departemen Luar Negeri Israel, Ahad (22/1).

Laporan itu menunjukkan peningkatan gejala permusuhan terhadap Israel terutama terjadi di Timur Tengah, ditandai dengan tudingan-tudingan negatif terhadap Israel, Zionis dan Yahudi. Timur Tengah juga menuding Israel berada dalam konspirasi dengan rezim-rezim Arab yang kini ditumbangkan melalui revolusi.

Selain muncul dalam aksi-aksi revolusi Arab, sentimen permusuhan terhadap Israel juga terbentuk oleh media dan mobilisasi isu bersama di kawasan. Selain di Timur Tengah, wacana dunia Islam juga mengarah pada sentimen yang sama terhadap pemerintah Zionis yang telah memblokade Gaza hingga saat ini.

Dalam berbagai aksi penggulingan rezim, pengunjuk rasa kerap memprotes rezim sebagai "agen Mossad Israel" dan sejenisnya yang menunjukkan kebencian kepada Israel. Tudingan–tudingan sejenis dalam berbagai demonstrasi di sejumlah negara juga mengindikasikan "pelampiasan" atas ulah Israel selama ini.

Di sisi lain, kemenangan partai-partai politik yang berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin menambah parah sentimen anti-Israel karena harakah Islam itu menolak perjanjian damai dengan Israel. [IK/IP/bsb]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...