Sabtu, 10 Desember 2011

Hamas...Kekhawatiran Yang Menghantui Israel Selama 24 Tahun


Melewati 24 tahun kelahirannya, Hamas mampu mengembangkan diri di semua lini. Setelah sebelumnya melakukan perlawanan dengan batu dan pisau, beberapa tahun kemudian mampu menjadi kekuatan yang membuat Israel khawatir, lewat operasi syahid kemudian serangan terhadap pemukiman yahudi dan terakhir menawan tentara Israel yang berlindung di dalam tank. Semua itu menyebabkan Israel mengubah strategi dan membuatnya gamang dalam melaksanakan keputusannya tanpa mampu menghentikan gerakan perjuangan dan perlawanan ini.

Kehendak Yang Kuat
Dosen Ilmu Politik di Universitas Nasional An-Najah, Prof. Dr. Abdul Sattar Qasim, menegaskan bahwa Hamas telah berhasil selama 24 tahun meraih capaian besar, utamanya membuat keseimbangan di arena Palestina, setelah sebelumnya hanya satu pendapat yang menggiring orang ke satu tujuan.

Dalam wawancara khusus dengan Pusat Informasi Palestina, Qasim menjelaskan bahwa Hamas memperlihatkan dirinya dalam gambaran yang sangat besar dari sisi militer, Hamas merupakan organisasi pejuang. Hamas mampu menghadapi Israel dalam agresi terakhir ke Gaza dan membuat kerugian yang sangat besar di pihak Israel.

Menurutnya Hamas memiliki kehendak yang jelas, tidak hanya pada level mengembangkan taktik militer dan keamanan, namun juga memiliki kehendak untuk memproduksi dan bersikap mandiri secara militer. Ini yang tidak kita perkirakan sebelumnya, namun di lapangan Palestina, Hamas berhasil meraih capaian besar dengan memproduksi rudal-rudal tempur.

Qasim menyebutkan, Hamas mampu membangun jembatan bagi bangsa Palestina di wilayah Palestina yang tercermin di Gaza. Meski di tengah blokade Israel, namun ada kehendak yang kuat di Gaza, jembatan ini bisa meluas bersama waktu dan turut serta dalam perang menyeluruh di kawasan. Qasim menegaskan bahwa Hamas mampu membantu semua front lainnya yang hendak melakukan perlawanan terhadap Israel.

Kekuatan Yang Tidak Bisa Diabaikan
Pengamat politik, Hasan Abdu menjelaskan bahwa Hamas mulai sebagai gerakan perlawanan menghadapi Israel lewat ijtihad yang maju di arena Palestina secara pemikiran, politik dan militer. Ia menyebutkan bahwa Hamas menapaki jalan yang dipilihnya selama rentang 24 tahun dan masih berpegang kepada anggaran dasar dan nilai-nilai yang dipilihnya sendiri sejak 24 tahun lalu.

Dalam wawancara khusus dengan Pusat Informasi Palestina, Hasan menjelaskan bahwa Hamas merupakan gerakan publik yang dimulai sejak intifadah Palestina pertama yang kala itu memperlihatkan kemampuannya melawan Israel. Semua itu membantunya mengembangkan kerja gerakan di sisi militer, dan mulai berproses menuju teknologi militer yang nyata dalam intifadah kedua.

Hasan menyebutkan, Hamas setelah intifadah kedua mampu mengembangkan peralatan perjuangan, terutama setelah Israel mundur dari Gaza tahun 2005, dan kemudian memiliki kemampuan besar yang terlihat dala agresi Israel ke Gaza. hamas melanjutkan kerjanya di tatanan politik dan militer, saat ini Hamas telah berhasil mengembangkan diri secara luas.

Menurutnya, Hamas merupakan kekuatan yang tidak bisa diabaikan di Palestina, ia memiliki perlengkapan militer yang bisa membantunya menghadapi Israel. Hal ini yang membuat Israel berpikir mendalam sebelum melakukan agresi baru ke Gaza, meski Israel terus menebar ancamannya. Hasan menyatakan, kekuatan Hamas hari ini membuat Israel berpikir banya sebelum melakukan serangan dan membuatnya gamang disebabkan kemampuan militer yang dimiliki Hamas dan gerakan-gerakan Palestina lainnya.

Tidak Bisa Diabaikan
Pengamat politik, Naji Sharab menjelaskan bahwa Hamas setelah 24 tahun dari kelahirannya, sukses menjadi pionir Palestina dan tidak bisa dilewatkan dalam setiap langkah politik, demikian juga di level regional. Disebutkan bahwa Hamas mampu melewati blokade politik yang diberlakukan kepadanya. Serta sukses memenej pemerintahan di tengah kondisi penjajahan dan kejahatan yang dilakukan Israel terhadapnya.

Dalam pernyataannya kepada Pusat Informasi Palestina, Naji menyebutkan bahwa Hamas mampu memperlihatkan tingkat fleksibelitas antara perlawanan, perundingan dan proses perdamaian, Hamas menyikapinya dengan nalar dan fleksiber serta tidak ada yang menghalanginya melakukan perlawanan.

Hamas berpegang kepada pilihan perlawanan dan tidak mundur. Namun juga memperlihatkan perubahan dalam pilihan perlawanannya sesuai data politik. Naji menambahkan, saya yakin meski capaian positif Hamas berhasil namun tetap membutuhkan adaptasi politik dan berinteraksi dengan pilihan Palestina secara menyeluruh dan melakukan evaluasi tatanan politik nasional menurut data-data politik.

Menurutnya situasi saat ini berbeda dengan 24 tahun lalu, persoalan Palestina memiliki komponen-komponen baru. Karena itu Hamas harus mengembangkan kemampuan politiknya agar selaras dengan situasi politik saat ini.

Naji menjelaskan bahwa Hamas berhasil mengembangkan peralatan perlawanan dan sukses mengoperasikannya. Setelah sebelumnya bersandar pada batu, saat ini Hamas memiliki senjata yang lebih kuat, di samping mengembangkan dirinya dengan memenej nalar Palestina. [qm, InfoPalestina]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...