Selasa, 20 Desember 2011

Berpakaian Arab dan Berjenggot, Dua Muslim Warga AS Diusir dari Pesawat


Insiden diskriminasi terhadap penumpang pesawat Muslim kembali terjadi di AS. Dua Muslim warga AS diusir dari pesawat Delta Air Lines gara-gara memakai pakaian tradisional Arab dan berjenggot. Masudur Rahman dan Mohamed Zaghloul, nama dua pria itu, telah mengajutan gugatan terhadap maskapai itu ke pengadilan federal di Memphis, Senin (20/12).

"Tergugat mengeluarkan Masudur Rahman dan Mohamed Zaghloul, karena penampilan mereka," bunyi gugatan yang dimasukkan oleh kuasa hukum dari Dewan Hubungan Amerika-Islam.

"Mereka memiliki janggut, mengenakan pakaian tradisional Arab dan kentara sebagai orang asing. Tergugat tanpa landasan hukum dan hanya mendasarkan pada karakteristik tadi telah menyimpulkan bahwa Tuan Rahman dan Tuan Zaghloul adalah ancaman bagi keamanan, lalu melarang mereka mendapat hak penumpang sesuai tiket yang telah dibeli," imbuhnya.

Menurut dokumen gugatan, kedua lelaki terbang ke Charlotte untuk menghadiri konferensi melawan fanatik anti-Muslim. Ketika akhirnya mereka berhadapan langsung dengan diskriminasi, mereka berharap dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut.

Melewati pemindaian dan titik pemeriksaan TSA di bandara, kedua pria yang menjadi dosen bahasa Arab dan imam itu dibawa dari gate penerbangan mereka untuk menghadapi cek dan penggeledahan tahap kedua yang dilakukan acam.

Masih menurut gugatan hukum, kedua pria tadi terbuka untuk mengikuti dan bekerjasama sebaik yang mereka mampu.

Mereka menuturkan agen TSA menanyai identitas mereka dan perjalanan mereka ke Carolina Utara, lalu berterima kasih atas kerjasama dan mempersilahkan kembali ke pesawat. Ironisnya, meski mereka telah lolos pemeriksaan ekstra, kedunya tiba-tiba menerima perlakuan mengejutkan dari pilot.

Ketika pesawat yang mereka tumpangi meninggalkan terminal, tiba-tiba pilot mengumumkan bahwa pesawat tidak akan terbang dan kembali masuk ke terminal.

Rahman dan Zaghloul diperiksa untuk ketiga kalinya, kali ini melibatkan pemeriksaan badan. Petugas menyimpulkan keduanya bisa naik pesawat.

Tapi pilot menolak mengizinkan keduanya masuk dan pesawat, kemudian bersiap untuk lepas landas. Seorang petugas penerbangan meminta pilot untuk masuk terminal untuk kali kedua.

Kepada petugas, pilot mengatakan ia tidak membolehkan Rahman dan Zaghloul naik ke pesawat karena kehadiran keduanya membuat para penumpang tidak nyaman.

Menanggapi gugatan ini Delta mengatakan tidak melakukan tindakan diskriminasi. "Kami menentang segala bentuk diskriminasi dan para staf kami mengambil tindakan demi kepentingan dan keselamatan penumpang. Kami tidak bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena kasus ini telah masuk ke pengadilan," kata manajemen Delta. [IK/Rpb/EM]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...