Selasa, 16 Agustus 2011

Haji Mabrur dan Beberapa Indikatornya


Haji
Mabrur




Beberapa Indikator Haji Mabrur al :



A. Indikator Saat Ibadah Haji










  1. Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata
    mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

     

  2. Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah
    saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.

     

  3. Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara
    yang halal.

     

  4. Dampak dari ibadah haji positif bagi
    pelakunya,
    yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik
    dan
    lebih terpuji.



















B. Indikator Setelah Ibadah Haji













  1. Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh
    membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan
    sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah Subhanahu Wa Ta'ala.




  2. Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh
    Allah Subhanahu Wa Ta'ala, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi,
    zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti
    orang lain, khurafat, bid'ah dsb.

     

  3. Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan
    amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh
    dan tidak bermanfaat.

     

  4. Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda'wahkan
    Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar
    ma'ruf dengan cara yang ma'ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan
    cara munkar.

     

  5. Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar,
    syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.

     

  6. Malu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala utk melakukan perbuatan
    yang dilarang-Nya.




  7. Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah
    dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.

     

  8. Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan
    hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta
    berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.

     

  9. Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan
    kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan
    dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas
    berdosa.

     

  10. Sungguh-sungguh memanfaatkan segala potensi
    yang ada pada dirinya untuk menolong orang lain dan menegakkan "Izzul
    Islam wal Muslimin".











          Sumber : Buku Petunjuk Ibadah
Haji, Umroh dan Ziarah - Oleh : H. Dr. Miftah Faridl

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...