Sabtu, 06 Agustus 2011

Cara Menjadi Orang Yang Beruntung

Segala bentuk pujian yang terindah hanya bagi Allah ta’ala, Dialah yang berhak disembah oleh seluruh makhluq-Nya, Dzat yang pantas dipuji seluruh sifat dan perbuatan-nya yang agung, mulia & sempurna dari segala sisi tanpa ada kekurangan sedikitpun, Dialah yang berada diatas langit ke 7. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah untk Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, Rasul dan Nabi terakhir yang diutus kepada umat manusia,  dan juga kepada seluruh keluarga, sahabat serta pengikut beliau yang setia hingga akhir zaman.
How To be Succesfull

Siapa diantara kita yang tidak mau jadi orang beruntung  dunia dan akhirat..?, karena kita semua mau jadi orang yang beruntung, maka ada baiknya menyempatkan diri sejenak untuk membaca tulisan ini, tulisan kali ini sengaja dibuat cool, calm & simple agar renyah dinikmati oleh para penikmatnya (Empal kali nikmat..!). Diangkat dari sebuah surat dalam Al Qur’an dimana Allah ta’ala berfirman (yang maknanya):

Artinya: Demi masa. Sesungguhnya seluruh manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang yang beriman, mengerjakan amalan amalan sholih, dan saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi  kesabaran (Al Ashr 1-3)

Sekilas makna ayat-ayat  diatas gamblang dan jelas menggambarkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi orang yang lepas dari kerugian alias orang beruntung.  Namun  alangkah lebih baik jika kita pelajari tafsir  makna surat Al Ashr lebih lanjut  agar pemahaman kita lebih mendalam terhadap surat ini. Tapi karena makna yang terkandung dalam Al Qur’an gak boleh ditafsirkan seenaknya sendiri, apalagi oleh kita-kita yang ilmu agamanya gak lebih dalam dari saluran air SMANDA, maka berikut ini kami sajikan penafsiran seorang ulama ahlu sunnah kenamaan abad 20, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy Rahimahullahu. Beliau Rahimahullahu berkata:

Dalam ayat ini Allah ta’ala menyatakan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang memiliki 4 sifat berikut:

1)    Beriman terhadap perkara yang diperintahkan oleh Allah untuk diimani (emngimani ke 6 rukun iman dengan keimanan yang benar, meyakini bahwa hanya Alla ta’ala yang berhak disembah, meyakini bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa salam adalah Nabi dan Rasul terakhir, mengimani bahwa Allah berada diatas langit, pen), dan iman itu tidak akan terwujud jika tidak ilmu, karena ilmu adalah bagian dari kesempurnaan iman

2)      Orang yang beramal Sholih, tercakup didalamnya  seluruh perbuatan baik, berupa amalan yang nampak (shodaqoh, sholat, zakat) maupun yang tersembunyi dalam hati (cinta, takut, harap, tawakkal hanya kepada Allah), amalan yang berkaitan dengan hak Allah (mentauhidkan-Nya, puasa, sholat dll, pen) ataupun yang berkaitan dengan hak hamba-hamba-Nya (berbuat baik , menyambung silaturahmi dll, pen), baik amalan yang wajib ataupun yang sunnah

3)     Nasehat menasehati dalam Al Haq (kebenaran, pen) dan Al Haq adalah iman dan amal sholih, Maksudnya mereka saling menasehati untuk berpegang teguh dengan Al Haq, Saling menganjurkan dan memberi motivasi untuk beriman dan melakukan amalan sholih

4)    Saling menasehati untuk tetap bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, bersabar dalam menjauhi perbuatan maksiat kepada Allah dan bersabar dalam menghadapi taqdir-taqdir Allah yang dirasa menyakitkan dalam pandangan manusia

Dengan 2 sifat yang pertama maka seorang manusia telah menyempurnakan dirinya sendiri, dan dengan 2 sifat berikutnya maka dia bisa menyempurnakan orang lain. Dan dengan sempurnanya ke 4 hal tersebut maka seorang manusia telah selamat dari kerugian dan memperoleh kemenangan dan keberuntungan yang besar (yaitu dijauhkan dari nereka dan masuk surga)[1]

Mendapat Hidayah = Jadi Orang Beruntung

Now, kita sudah tahu nih tip’s & trik untuk jadi orang beruntung, btw ada satu masalah lagi, tahu saja tidak cukup untuk menjadi orang beruntung sampai ilmu tersebut diamalkan. OKI so together kita minta kepada Allah agar diberi kekuatan untuk mengamalkan ilmu yang telah kita ketahui, dan diberi petunjuk kepada ilmu agama serta jalan-jalan kebaikan dalam islam yang belum kita ketahui. Simpelnya kata para ulama kita minta kepada Allah agar diberi hidayah dengan sebuah doa (yang maknanya)

Ya Allah berilah kami hidayah kepada jalan yang lurus (Islam) (Al Fatihah ; 5)
Oh ternyata baru sadar yah kalau tiap hari kita udah minta sama Allah dijadikan orang yang beruntung, setidaknya sebanyak 17 kali dalam sehari. Tapi tentu saja ini bagi orang yang sholat 5 waktunya gak bolong dan gak lupa baca surat Al Fatihah di tiap raka’at. Ngaku deh lu, siapa yang sholatnya masih bolong-bolong ..?

Hidayah = (Ilmu + Usaha)
At The End :  kalau kita mau jadi orang yang beruntung maka harus berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi ke empat syarat diatas, jika ulangan matematika or fisika kita mati-matian berjuang, berusaha, berkorban sepenuh jiwa, belajar semalaman sampai gak tidur (sory agak lebay dikit, gpp yah..?) maka untuk keberuntungan di akhirat dan dunia seharusnya kita mampu untuk melakukan  sesuatu yang lebih dalam memperjuangkannya.  Tahukah teman-teman,  hidayah yang didapat seorang hamba berbanding lurus dengan usahanya untuk mencari hidayah  tersebut.  Allah ta’ala berfirman (yang maknanya)

Dan orang-orang yang bersunguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 69)

Dijelaskan di Kitab Aisirut Tafasir makna ayat ini bahwa: orang-orang yang telah mencurahkan segala daya upaya dan bersungguh-sungguh untuk memurnikan aqidah mereka dari segala jenis noda, mensucikan jiwa-jiwa mereka, dan memperbaiki ahklaq mereka kemudian memerangi musuh-musuh Allah yaitu orang-orang kafir yang memerangi islam dan kaum muslimin, maka kepada mereka itu Allah akan memberikan taufiq-Nya, dengan taufiq-Nya tersebut mereka akan mengetahui hal hal yang mengantarkan mereka kepada keridhaan dan kecintaan Allah[2]. Salah satu bentuk usaha mencari hidayah adalah datang menghadiri pengajian yang dibahas didalamnya Al Qur’an, Hadits, dengan pemahaman Sahabat Nabi Radhiallahu anhum. Semakin banyak hadir, insya Allah semakin banyak hidayah yang akan kita dapat

Referensi : Muslim

[1] Taisir karimir rahman fi tafsir kalamil mannan karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dy. Maktabah syamilah 
[2] Aisirut Tafasir karya Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairi Hafidzhahullahu ta’ala. Maktabah syamilah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...